Thursday, May 09, 2013

Raja Ampat, A Trully Hidden Paradise

Wohooooo!!! The second trip in 2013!! Guess where I went? Yep, where the most beautiful, exotic, and exciting places in the world (most common people think), RAJA AMPAT!!! Am I lucky? I guess so. Saya merasa sangat sangat sangat beruntung karena kebetulan saya tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk kesana. Bisa dibilang semi backpackeran.

Sekilas mengenai lokasi kepulauan Raja Ampat. Raja Ampat merupakan salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat, ibukotanya terletak di Waisai. Kabupaten Raja Ampat memiliki 610 pulau, dimana empat diantaranya adalah Pulau Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo yang merupakan pulau-pulau besar. Dari seluruh pulau hanya 35 pulau yang berpenghuni sedangkan lainnya tidak berpenghuni dan sebagian besar belum memiliki nama.

Diantara keempat pulau besar, saya berjelajah ke Waigeo, dimana terdapat ikonnya Raja Ampat di perairan Wayag


Day 1 - Kamis, 11 April 2013

Well, saya cabut kuliah karena terlanjur tidak sabar dan otak rasanya sudah lupa banget sama perkuliahan. Saya flight ke Makassar sore hari tapi nggak langsung ke Sorong, Papua. Setibanya di Makassar, saya mampir makan ikan bakar di Warung Pangkep dan kemudian bermalam di rumah nenek di Jalan Mappaodang 45, Boengaya. Saya pun sengaja tidur di kamar tante yang baru saja pergi menghadap Sang Pencipta dengan hati yang pilu..


Day 2 - Jumat, 12 April 2013

Pagi hari saya sudah harus terbang ke Sorong dengan Merpati, namun sayang pihak maskapai menunda penerbangannya hingga keesokan harinya. Dengan segala cara (dan paksaan) supaya kami bisa tetap ke Sorong tepat waktu, akhirnya kami bisa ditransfer ke pesawat Express Air yang ternyata, interiornya jauh lebih luas dan tidak sempit dibanding Merpati. Just say.

Ready to flight to an exotic island
Up from skies! Hi, West Papua!
Sore harinya tiba di bandara Domine Eduard Osok airport, Sorong, Papua Barat
Stay di Hotel Waigo

Malamnya kami ke semacam pusat perbelanjaan terbesar di Sorong, namanya SAGA. Bukan mal juga, karena kriterianya tidak seperti mal. Penasaran? Bisa di googling kok. Disana kami belanja kebutuhan logistik untuk dua hari kedepan dan baju oleh-oleh tulisan Raja Ampat hahaha. Maklum, hanya di kota Sorong anda bisa belanja kebutuhan. Selanjutnya, jangan harap bisa ketemu warung apalagi mini market di daerah Raja Ampat. 


Day 3 - Sabtu, 13 April 2013

Pagi harinya kami langsung meluncur ke pelabuhan Usahamina dimana speedboat Aurel 02 sudah menunggu kami dengan manisnya. Speedboat ini milik salah satu dari tim yaitu Om Sanco dan nama Aurel diambil dari nama anaknya. 

Let's begin the adventure! Rasanya semangat banget menuju Raja Ampat yang kurang lebih memakan waktu 4 jam saja. SAJA. Tujuan pemberhentiannya adalah perairan Wayag, tepatnya di pulau Batu Elang atau Pulau Kawe yang merupakan area konservasi hiu. Kami pun menginap disana, atas dasar izin masyarakat setempat. Speedboat gratis, penginapan juga gratis. Alhamdulillah :)

 Get ready to sail

Di awal perjalanan, saya dan tim kurang beruntung karena cuaca tidak bersahabat, hujan kecil melulu, ditambah lagi selalu ada badai, maka kami sering mampir di pulau-pulau atau berhenti di tengah-tengah laut sambil memancing ikan-ikan eksotis. Akhirnya perjalanan kami memakan waktu 8 jam ke tempat tujuan. DELAPAN JAM PEMIRSAHHH!!

Tante sayang yang mengajak saya ikut acara reuniannya ke Raja Ampat
Seasick, lol

Setelah dua jam perjalanan di atas laut yang sejauh mata memandang semuanya warna biru, akhirnya kami tiba di Teluk Kabui. Aduh itu nggak bisa saya jelaskan dengan kata-kata. Harus pake perasaan! 

Teluk Kabui berisi tebing-tebing cantik yang jaraknya berdekatan dan jumlahnya sangat banyak! Seolah-olah mereka menyapa kami dan bilang "selamat datang" setiap kapal kami berlayar kedepan. Adventure banget kayak jungle-jungle hahahaha. Saya speechless dan nggak berhenti nyebut "Subhanallah" karena saking indahnya pemandangan yang saya lihat, dicampur takjub dan nggak percaya, apalagi itu pengalaman pertama saya melihat tebing-tebing indah di tengah laut. 

Teluk Kabui yang sangat sangat sangat indah

Setelah melewati Teluk Kabui yang indehoy banget itu, saya dan tim mampir ke Pulau Ancelop. Sebut saja Ancelop, kurang lebih begitu nama dan tulisannya menurut pak Michael yang tinggal disana, karena di google pun tidak ada tulisan mengenai pulau ini. Menurut om Alex (salah satu rombongan), pulau ini hanya dihuni satu suku saja. Sebenarnya mampir ke pulau ini nggak direncanakan tapi karena ada badai di depan perjalanan, kami terpaksa mampir sambil memancing. 

Suasana di pulau ini sangat tenang, damai, manyayat hati saking sunyinya, wah pokoknya cetar membahana deh. Saya juga bisa dengar suara burung Cenderawasih yang ternyata suaranya mirip Orangutan! Nggak ngerti pendengaran saya yang salah, tapi emang kayak gitu suaranya. Rasanya siap lahir batin tinggal disana hahaha.

Pulau Ancelop (just say that), terlihat rumah penduduk dari dermaga
Bengong sambil melihat laut sejauh mata memandang sambil dengerin suara Cenderawasih berkumandang? Bisa bangeeeeeet!
Hutan mangrove yang sangat hijau dan lebat

Lanjut jalan dan terus menikmati perairan Raja Ampat. Fyi, selama perjalanan laut ini nggak pernah bosan loh, karena isinya pemandangan bukit-bukit yang tersebar disana. Kesana sedikit ketemu bukit, kesini sedikit ketemu bukit lagi. Jarang bete dan asik banget! Saya dan tim kembali mampir ke salah satu spot di tengah laut yang dimana cuma ada satu pulau kecil berdiri disana. Mungkin kalau malam pulaunya tenggelam kali ya. Kecil bangeeeeet. Tapi disitulah case kamera saya jatuh! 

Sebut saja Pulau Melinda, karena nggak ada yang tau namanya. Saya yakin malam hari pantainya hilang

Setelah dari pulau-kecil-yang-mengambil-tumbal-casing-kamera-saya, kami pindah ke perairan lain lagi dimana banyak bukit-bukit bagus lagi, dan ada satu bukit yang dinamakan Pulau Hamburger. Menurut saya sih seharusnya Bukit Hamburger, karena nggak ada pantainya sama sekali dan bentuknya beneran bukit. Disana ngapain? Yak memancing lagi dan lagi. Kami berhasil dapat ikan-ikan yang sangat besar yang warnanya keren abis. Memang ikan-ikan di perairan Papua nomor satu. Cantik banget soalnya. 

Dibilang Hamburger karena lapisannya berwarna-warni seperti susunan hamburger
The details
Tante Vivi mengabadikan momen :)
Cumi-cumi dan ikan ini sebagai umpan
Beberapa hasil tangkapan kami
Kakap merahnya gorjes
Om Alex megang pistol
Fun Fishing!

Setelah berkeliling dan puas memancing, kami melanjutkan perjalanan ke pulau yang akan kita inap karena langit pun sudah mulai gelap. Namanya Pulau Kawe dimana pulau ini dijadikan tempat konservasi bayi Hiu. Menurut masyarakat yang tinggal disana namanya Batu Elang, tapi setelah saya gugling ternyata nama tempat konservasi ini bernama Pulau Kawe. 

Akhirnya bersandar juga di dermaga setelah delapan jam perjalanan laut
Dermaga ini dibuat oleh bule yang meneliti konservasi hiu di Pulau Kawe ini

Di pantai pulau Kawe ini banyak terdapat bayi hiu berenang, dan anehnya hiu-hiu ini nggak lari ke laut. Ada juga ikan-ikan kecil berbarengan dengan hiu yang berenang di pantai (pantai loh bukan laut), yang baru pertama kali ini saya lihat hal semacam itu. Begitu sampai, saya langsung berenang di pantai. Itupun setiap ada bayi hiu yang mendekat saya langsung kabur hahaha. Parno bok!

My best panorama. View dari dermaga di sore hari
Pantaiiiiii!
It must be a very long-life boat. Satu-satunya perahu disini dan rusak. Kasihan mas-mas yang tinggal disini.. Mereka baru bisa 'kemana-mana' kalau ada perahu/kapal pendatang
Dua hiu asik memadu kasih
Bisa ngasih makan pake remahan roti. Berhubung disini krisis makanan, rotinya buat saya saja hahaha

Suasana Pulau Kawe sangatlah asri karena tepat dibelakang tempat kami menginap berbatasan langsung dengan tebing hutan. Suara gagak selalu terdengar dan banyak sekali Komodo berkeliaran, yang jujur, cukup ngeri. Air untuk mandi disana sudah menggunakan pompa namun rasanya masih sedikit asin, dan listrik hanya menyala dari pukul 7 malam sampai pukul 7 pagi. 

Overall, pulaunya natural sekali, pantainya cantik dengan pemandangan hiu berenang di pantai dan tebing-tebing ditengah laut, penerangan yang minim, dan sangat menyatu dengan alam. Saya suka.

Hanya ada satu rumah di tempat konservasi di Pulau Kawe ini. Kami menginep disana, dan terpaksa "mengusir sebentar" local people disana hihihi sorry..
Suasana di pulau dan sekitar penginapan. Indah sekali :)
Komodo berkeliaran dimana-mana jadi harus hati-hati setiap melangkah. Biasanya mereka juga takut sama manusia dan langsung sembunyi di hutan-hutan
Saya dan kamu pun kitorang
Dapur yang berbatasan langsung dengan tebing hutan yang cantik (kiri atas); Tempat ngaso didepan pantai (kanan atas); dan lapangan voli yang berbatasan langsung pula dengan hutan (bawah)


Day 4 - Minggu, 14 April 2013

Bangun pagi, kami bakar-bakar ikan untuk sarapan, setelah itu siap-siap mau hiking di Wayag! Yay taksabarrrr taksabarrrr! Wayag merupakan ikon dari Raja Ampat itu sendiri dan memang paling indah dibandingkan spot-spot sejenisnya. Jaraknya hanya 15 menit naik speedboat, very close. 

Ready to hike a paradise mode: on
Pagi yang tenang, speedboat Aurel 02 sudah menunggu :)
Kelihatannya dangkal tapi aslinya cukup dalam

Sambil menunggu yang lain selesai bersiap (saya sudah siap duluan saking napsunya), saya dan si teman kecil, Aldo, main sama-sama di dermaga dan pantai. Matahari juga sangat bersahabat dan cerah saat itu. One of my best moment entire my life :)

Aldo in action! Ternyata dia jago berenang! Lucu banget
Aldo and his papa, Michael. Mereka ikut saya dari Sorong loh!
Papa Michael juga siap mendaki dengan saya. Love you papa!

Tidak lama setelah perjalanan, tebing-tebing cantik mulai bermunculan. Kapal kami melintas dengan pelannya sambil menikmati sunyinya perairan disana. Kanan kiri depan belakang tebing. Dimana-mana tebing. Bedanya sama Teluk Kabui, disini jauh lebih keren. Pola tebingnya lebih halus, lebih hijau, dan lebih tinggi. Asiknya lagi disana cuma ada tim saya, tidak ada siapa-siapa. Private sail. Kalian harus kesini untuk dapat sensasinya. Damai dan menenangkan, pokoknya Subhanallah.

Entering Wayag...
Wayag 2: Lihat satu pohon yang berdiri sendiri disana? Ya. Itu tujuan pendakian saya
Happy girl, rada narsis sih hahaha

Tiba di Wayag 2, boat langsung bersandar. Saya bersiap pakai sepatu dan sarung tangan. Disana tidak ada jalur khusus untuk hiking, apa adanya, sangat alami, dan cukup berbahaya dengan kemiringan yang cukup tajam. Hikingnya sendiri hanya memakan waktu kurang dari satu jam namun trekkingnya lumayan curam. Pada saat hiking pun posis saya nyaris pelukan sama tanah. Tinggi tebingnya kira-kira mencapai 56 meter. Beruntung ada kakak-kakak dari pulau Kawe yang siap membantu, menjaga, dan ikhlas bawa minuman saya hehehe.

Wayag 2: tidak ada dermaga, kapal bersandar langsung di tebing

Fyi, spot hiking disini ada dua, Wayag 1 dan Wayag 2. Spot-spot ini sengaja ditetapkan dan dinamakan begitu karena dari situlah semua pemandangan bisa didapat dengan viewnya yang sangat oke. Saya naik di Wayag 2 karena medannya tidak seekstrim Wayag 1. Disamping itu tim saya kebanyakan ibu-ibu amatir maka dibawalah kami ke Wayag 2. Terakhir, Wayag 1 ada pantainya sedangkan Wayag 2 tidak.

Sensasi hiking sama ibu-ibu benar-benar beda. Lebih lama, heboh, dan banyak istirahatnya. Tapi seriously mereka lucu. Ibu-ibu aja bisa, kalian kapan?

Begitu sampai diatas pemandangannya, Subhanallah. Speechless. Tidak bisa dijelaskan lewat verbal maupun blog, harus telepatian dulu sama saya supaya tau gimana rasanya hahaha. 

Harga tiket pesawat yang mahal, mabok laut nyaris muntah, delapan jam diatas laut, hiking sampai luka-luka dan celana saya robek, dan semua perjuangan lainnya tidak ada apa-apanya begitu saya melihat panorama ini. Bukan worth lagi, tapi lebih dari itu. Saya merasa sangat amat bersyukur dikasih Tuhan kesempatan secepat ini untuk menginjakkan kaki saya di Raja Ampat. Ini jauh banget men, jauh banget. Semuanya luar biasa. Indonesia rajanya surga dan Tuhan memang luar biasa, anda harus percaya itu. 

Kapal kami terlihat dari atas sedang berputar-putar, aaaah >.<
My favorite thing is to go where I've never been
Pemandangan dari sisi lain
Adventure must start with running far away from home

Saya menghabikan waktu lama sekali diatas tebing Wayag sampai bosan, walaupun sebenarnya tidak akan pernah bosan. Setelah turun dari tebing, sayapun langsung lepas sepatu dan locat ke laut! Syegeerrrrr. Namanya juga teluk, jadi di bawah airnya nyaris nggak ada ikan dan kedalamannya masih terbilang dangkal.

Dangkal sih dangkal tapi masih pake life vest, mbak? Hahaha

Sore mulai menjelang tandanya kami harus meninggalkan Wayag. Suka tidak suka, mau tidak mau. Sedihnyaaaa! Saya kembali ke Pulau Kawe mengantar pulang sang suku asli mas Adam, mas Oslap, dan satu lagi mas-lupa-namanya-siapa. 

Kemudian kami langsung pulang ke Sorong dan di perjalanan saya bertemu rombongan dari Cina sambil dadah-dadahan sok kenal. Cukup terharu rasanya melihat mereka rela jauh-jauh dari Cina sampai kesini walaupun sayangnya mereka tidak hiking. 

Dadah mamaseeee! Ingat tangan saya mas. Peace. Kalau diajak pemberontak Papua Barat jangan mau ikutan ya mas
Mas lupa-namanya-siapa, Mas Oslap, dan Mas Adam. Thank you for guide us yaaa!! Mungkin kita nggak pernah ketemu lagi untuk selamanya, tapi memori akan kalian nggak akan pernah terlupakan.

So we're ready back to sail again! Siap-siap lagi mabok laut. Berlayar, berlayar, dan berlayar. 

Setelah dua jam berlayar, saya mampir dulu di resortnya Raja Ampat di Pulau Mansuar. Di Pulau Mansuar merupakan kumpulan resort, dimana Resort Dive Lodge paling mencolok dibanding resort lainnya dengan desain yang sangat ke-bali-bali-an. Kenapa tidak nuansa Papua saja ya? Mungkin pemiliknya asli Bali yang  tidak ingin memisahkan unsur Bali di bisnisnya, and well, cukup disayangkan. Harga resort permalam berkisar mulai dari 2 juta. Penataannya bagus dan tertata rapi. 

Resort-resort tidak boleh dibangun berdekatan dengan Wayag, alasannya demi terjaganya kelestarian perairan disana. Orang-orang yang menginap di resort ini perlu menempuh perjalanan 2 jam untuk sampai ke Wayag, sedangkan saya hanya butuh waktu 15 menit :) (maaf sombong hahaha).

The main gate
Raja Ampat Dive Lodge Centre
Santai-santai di dermaga

Setelah foto-foto seakan-akan saya menginep disana (hahaha), saya lanjut kembali pulang ke Sorong yang memakan waktu 2 jam. Malam hari tiba-tiba kapal mogok di tengah laut, tidak ada lampu, dan gelap gulita. Rasanya sudah pasrah terombang-ambing di tengah laut sampai ada mukjizat datang. Beruntung om Sanco bawa cadangan bahan bakarnya horeee. Doi bawa 10 dirijen bahan bakar yang totalnya 200 liter bahan bakar kalau saya tidak salah. Setelah diisi, kapal bisa melanjutkan perjalanan ke Sorong. 

Sesampainya di pelabuhan Usahamina sekitar pukul 8 malam, dadah-dadah sama crew kapal, pelukan sama Aldo huhuhu, kemudian lanjut ke perumahan dokter untuk tidur, makan, dan packing kembali ke Jakarta besok harinya.


Day 5 - Senin. 15 April 2013 

Bangun pagi karena flight pagi! Rasanya malas dan sedih. Kapan lagi saya bisa kesini? Kapan lagi? KAPAAAAANNNN??? Malas kuliah. Malas semuanya. Pengen gigit kuping! Di bandara tidak lupa saya membeli makanan khas Sorong yaitu Roti Abon Gulung untuk ibu dan Sarang Semut untuk ayah sebagai oleh-oleh. Rotinya itu khas Sorong, kalau Sarang Semutnya merupaka herbal yang direbus dahulu kemudian diminum. 

Tiba di Makassar, kami semua berpisah. Saya dan tante dijemput abah Munjin (suaminya si tante) dan lanjut makan siang dulu  ikan bakar di pinggir jalan yang edan abis, kemudian saya bersiap flight ke Jakarta. Saya tidak mandi siang, baju sudah kusut, sepatu saya kotor kena tanah gara-gara hiking, dan dry bag juga kotor. Semakin diperparah karena saya beli kopi dan kopinya tumpah ke sepatu huhu. Benar-benar hectic day dan kotor day.

Saya kangen Raja Ampat. Kangen suasananya, pemandangannnya, tebingnya, wajah-wajah khasnya, semuanya. Bagi saya 3 hari disana nggak cukup, harus seminggu karena masih ada Misool yang keindahannya juga nggak kalah. Di Misool terdapat gambar-gambar kuno tentang fauna laut dan kombinasi garis dan warnanya menyimbolkan kesuburan dan kehamilan. Doa saya adalah semoga dapat kesempatan kembali kesana, amin :).

With my new little friend, my lovely kid, my Aldo. Miss you


With love,
Melinda Rachman.


Note:
Untuk informasi resort bisa hubungi saya karena saya ambil banyak informasi dan kartu nama resort bersangkutan. Bisa lewat email ke melindarachman@gmail.com :)

-

Sunday, April 07, 2013

Bali, Con Mi Familia

Liburan yang indah untuk memulai tahun 2013, saya ke Bali, a beautiful island which has beauty of culture and tradition. Dari seluruh wilayah di Indonesia saya paling cinta sama Bali. Bukan karena pantainya honestly, tapi tradisi  dan kulturnya yang kental banget plus unik. Saya paling suka sama Tari Kecak dan upacara Ngaben. Bahkan kalau bisa saya tinggal di Ubud, seriously.

Well, perlu diingat trip ke Bali ini DENGAN KELUARGA. Artinya apa? Ada orang tua. Yes, bukan rasis, tapi trip macam ini artinya kami hanya ke tempat-tempat yang sudah terkenal, bukan eksplorasi ke tempat-tempat yang tidak biasa.

Rabu, 23 Januari 2013

Saya berlibur bersama sepupu-sepupu, ibu, dan dua orang tante tersayang, tapi kami datangnya pisah-pisah. Pertama saya dan sang adik, Muti. Setibanya, kami berdua jalan-jalan disekitaran Kuta, nongkrong di Pantai Kuta (yang kebetulan lagi banyak sampahnya), makan di Nasi Pedas Bu Andika yang terkenal itu, dan menghabiskan malam hari di Legian Street Walk.

Saya pun menyempatkan diri melihat Monumen Bom Bali Legian / Monumen Panca Benua / Monumen Lima Benua / Ground Zero yang biasa disebut, untuk mengenang korban bom Bali yang menewaskan 202 orang di tahun 2002. Legian Street Walk selalu ramai dan banyak jalanan yang satu arah, yang buat saya kesasar satu jam hanya untuk balik ke hotel.

Legian Street Walk
The Monument
Found my super favorite brand store at Beachwalk!


Kamis, 24 Januari 2013


Saya harus bangun pagi-pagi buat jemput sepupu si Chiquita di bandara. Setelah ketemu doi, kami sarapan disana, kemudian back to hotel, mandi, dan persiapan hangout. Kami bertiga ke pantai Kuta, again, buat tidur-tiduran aja. Saya ketiduran di pantai, sementara Muti sama Chiquita main di laut.

Tidur dengan sengatan matahari

Siangnya keluarga saya yang lain menyusul dan mereka pun datang. Setelah mereka bersih-bersih, kami langsung makan siang di Ayam Betutu Gilimanuk. Pedesnya nampol!!! Buset!!! Saking pedesnya saya jadi nggak bisa makan. Sudah pedas ditaburi bawang pula, sangat ciri khas Bali :)

Wisata Bali dimulai. First of all, saya ke daerah selatan Bali, dimulai ke patung GWK alias Garuda Wisnu Kencana. Patungnya besar banget padahal belum jadi! Patung ini menggambarkan Dewa Wisnu yang sedang mengendarai burung Garuda dan ada filosofinya sendiri. Patung GWK diwujudkan sebagai simbol perdamaian dunia.

Patung GWK ini baru jadi sedikit yaitu setengah badan dewa Wisnu, kepala burung Garuda, dan tangan dewa Wisnu. Rencananya kalau patung-patung ini disatukan dan sudah jadi akan mencapai 150 meter, dimana bakal lebih besar dan lebih tinggi dibanding patung Liberty yang cuma 120 meter. Kendalanya ada di biaya yang kurang lebih masih membutuhkan 600 miliar supaya patung ini jadi dan menjadi ikonnya Bali. Well, proud of Indonesia dan doakan semoga cepat terealisasikan :)

Dewa Wisnu statue
So big and still go bigger!
Keseluruhan patung kalau sudah jadi. Doakan semoga cepat diselesaikan, amin
Another entertainment

Next stop, Uluwatu. A moment I've been waiting for! Tari Kecak! Indonesia punya nih, juara! Diantara miliaran tarian tradisional Indonesia, saya paling suka sama Tari Kecak. Saking gilanya saya pernah nonton di youtube berulang kali Tari Kecak Barata 1992 yang awesome, tapi lebih jauh awesome kalau lihat langsung berikut ada drama terselip dibalik tarian itu.

Feelin' sooo thankful saya berkesempatan lihat tarian ini. Kenapa saya suka Tari Kecak? Karena unik. Nggak ada musik, semuanya lewat verbal. Kalau Tari Kecak yang sudah modern, beberapa ada yang pakai gamelan. Gamelan Bali itu mistis bok, dan horor aja rasanya. Spesialnya Tari Kecak ini, sudah pasti menceritakan tentang Rama dan Shinta. Saya pun terkagum-kagum melihat Tari Kecak yang dipersembahkan selama 2 jam, dan ya, saya puasss.

The most favorite Indonesian traditional dance ever 

Malamnya kami makan malam di kuliner Krisna, berseberangan dengan pusat belanja oleh-oleh Krisna. Yap, setelah makan lanjut belanja. Maunya si ibu-ibu.


Jumat, 25 Januari 2013

Saatnya daerah utara Bali. First destination, saya ke Danau Beratan Bedugul. Ada Pura ditengah danau, yang sayangnya Pura tersebut tidak boleh dimasuki dan hanya bisa foto-foto disekitaran situ aja. Saya sempat melihat ritual sembahyang masyarakat Bali disana yang viewnya keren banget! Sembahyang aja menghadap ke danau, orang Bali benar-benar love nature dan saya salut sama mereka.

Second gate
View ini bisa dilihat di mata uang Rp 50.000,- warna biru
Masyarakat Bali yang sedang sembahyang, menghadap ke laut. What a lovely scene!

Next stop, Tanah Lot. Saya takjub banget sama tempat sembahyang macem gini, yang rada nyerempet laut. Luckily pas saya datang suasanya belum terlalu sore jadi saya bisa nyebrang ke Pura yang-rada-nyerempet-laut itu, karena kalau sudah maghrib air laut pun pasang dan tidak bisa dilewati pakai kaki telanjang begitu saja.

Selain itu ada juga Pura diatas tebing, yang tebingnya aja udah keren banget kyaaah! Aaaah mau nangis, gimana enggak, itu keren banget dan ciptaan Tuhan benar-benar dahsyat cetar membahana badai bandang. Saat saya ke tebing rasanya gemeteran bombay karena takut tebingnya roboh. Lovable :)

Pura di atas tebing
Be thankful karena bisa dapat kesempatan buat ke Pura yang ada di tengah laut itu, sebelum air laut pasang. Dan kehormatan juga bisa berdoa disitu :)

Maghrib menjelang malam, saya ke Double Six beach hanya untuk relaksasi. Setelahnya lanjut ke Legian street (again) makan malam di Maccaroni Club. Karena capek, sepupu-sepupu saya, nyokap dan ibu Rina (tante) balik ke hotel buat istirahat karena besoknya mau diving.

Saya, Muti, Chiquita, dan tante Muli lanjut ajeb-ajeb di Sky Garden sampai jam 4 pagi dan tenaga saya terforsir sekali. Fun rasanya lihat gelagat-gelatgat bule yang aneh-aneh dimulai dari bule yang out of control sampai ditegur security berkali-kali, bule gendut tidur diatas panggung, bule metal gondrong (yang ganteng banget) cuma ngangguk-ngangguk, dan ada pula cowok Korea yang menghampiri dan mengobrol sebentar dimana doi bilang baru tiga hari di Bali. Well, semoga Bali mengesankan untk semua turis mancanegara :).


Sabtu, 26 Januari 2013

Dive time!!! Yes, exciting. Saya memang penasaran banget sama seni diving dan ini dive perdana saya hahaha. Saya ke Tanjung Benoa dimana pusatnya water sports dan ikut 3 dari 24 macem water sports yang ditawarkan. Banyak banget huhuhuh tapi yang ekstrim yang cuma sedikit. Payah. So far seru banget dan untungnya nggak hujan woooow (soalnya Januari musim hujan). Beruntung saya dapat instruktur yang hot abis macem penjaga pantainya Bondi Australia hahaha.

Jenis-jenis water sports yang ditawarkan. Saya cuma ambil diving, fly fish, dan donut boat. Waktunya nggak cukup :(
First dive!!! Such a drugs

Saya, masih dengan keluarga tersayang, makan sore menjelang malam di Jimbaran beach. Viewnya keren dan memang sudah cukup terkenal. Banyak banget orang Korea bah! 

My the only handsome cousin, Fayed
Dance while enjoy sunset's coming

Malamnya kami jalan-jalan lagi di sekitaran Kuta dan cukup nongkrong di Starbucks Hardrock Cafe Kuta sama bokap dan sepupu, sementara emak-emak sibuk belanja. Pretty fine :)


Minggu, 27 Januari 2013

Hari terakhir di Bali. Kami ke Ubud, sekalian check out hotel, dan lanjut makan siang di Bebek Tepi Sawah yang recommended banget. Ada tarian Bali yang disajikan dimana membuat suasananya semakin sempurna, ditambah view di pinggiran sawah yang sangat memanjakan mata karena asri dan sudah pasti sejuk.

Sorenya kami terbang ke tempat tinggal masing-masing, sepupu-sepupu saya balik ke Makassar, dan saya beserta keluarga balik ke Jakarta.
Terima kasih keluargaku sayang!


Note
  • Di Bali, saya stay di hotel Grand Inna Kuta yang letaknya cukup strategis, depannya Starbucks Hardrock Cafe persis, sebelahnya pintu masuk Pantai Kuta. Kebetulan dapat promo dan asik banget. Hotelnya juga keren :) Untuk informasi bisa search di google.
  • Kami menggunakan jasa (bukan travel) namanya pak Putu.
  • Kamera yang saya gunakan lupa dihilangkan setting tanggalannya, sehingga agak mengganggu.

With love,
Melinda R.
-

Sunday, February 03, 2013

De Ranch, The Cool Place

So saya punya sahabat cewek di kampus cuma 4 orang. Namanya Ila, Denia, Riris, dan Bella. Kami berlima nih belum pernah jalan-jalan SELAYAKNYA CEWEK IMUT ALIAS JALAN CANTIK! Soalnya biasanya pasti ada cowoknya secara mayoritas di tongkrongan saya ini cowok zzz. Nah berhubung kami haus kasih sayang antar wanita maka dari itu kami bikin rencana dadakan yaitu pergi ke Bandung pulang pergi! Wow berani banget nggak tuh? Hahahahah lebay, kami kan cewek strong, macho, dan perkasa jadi pastinya berani.

Mulanya mau pake mobil saya biar gampang buat saya dan Riris pas pulangnya. Tapi nggak dapet izin sama bokap soalnya doi masih takut-takut unyu. Akhirnya pake mobilnya Denia. Yang nyetir Jakarta-Bandung si Denia, muter-muter di Bandung itu saya, dan balik lagi ke Jakarta si Riris.

Ready steady and go!

Destination: 1.
Mampir ke rest area beli sarapan! Actually saya dan Riris sudah sarapan tapi yah namanya juga latahan, ngeliat temen beli pasti sadar nggak sadar ikutan beli. Sekalian isi bensin full tank over load.

Destination: 2.
De Ranch! Letaknya di Lembang which is tempatnya masih sunyi geeelaaa. Yang mengenalkan tempat ini si Riris. Tempatnya keren banget sob, adem, pinus everywhere, kudanya masih dikit, tapi good place buat foto-foto lah. We took a lot of photos there!

 Riding horses! (Ila is too afraid to ride)

Why don't you just jump?

Another stories

Destination: 3.
Saung Punclut. Setelah capek hura-hura di De' Ranch, kami mampir makan siang dengan ganasnya di Punclut. Masih di Lembang juga, jaraknya nggak terlalu jauh hanya 30 menit saja. Menunya bok porsi kuli! Banyak abis. Siksa juga sih buat kami cewek-cewek cinta diet, tapi berhubung kelaperan ya habis juga akhirnya. Tempatnya juga yang paling bagus menurut kami, soalnya saungnya itu rapi, luas, tepat diatas tebing, bisa lihat pemandangan dengan jelas, dan tirainya terbuka sangat lebar. Kebetulan suasana saat itu mau hujan jadi angin lagi kencang-kencangnya dan menganggu acara makan cantik kami, dan akhirnya teriak-teriak karena makanannya ada yang terbang. Kyaaah~

Destination: 4.
Sambil menikmati malamnya Bandung, kami nongkrong di Giggle Box. Actually tempatnya bagus kalau keadaannya lagi terang, apalagi di lantai dua. Tapi sudah keburu malam namun kami tetap fun dan menikmati malam Bandung disitu sambil foto-foto, bercanda, ngobrol, liatin mas-mas yang ganteng, dan lainnya.

Love you Denia Ila Riris and Bella,
Faithfully, Melin :-)

-

Friday, August 03, 2012

My 20

Alhamdulillah masih hidup di umur kepala 2 yang artinya saya sudah bukan anak-anak lagi huhuhu. Inti dari segala doa adalah semoga saya semakin dewasa, semakin bijaksana, dan sukses untuk perkuliahan dan karirnya. Amin.

Well, saya mengajak teman-teman kuliah makan malam di Celcius Rawamangun. Saya berharap sih semuanya datang, sekitar 25 orang itu. Ternyata yang datang cuma 14 orang. Rasanya bete banget. Gimana yah, saya suka banget kebersamaan dan perlu neko-neko yang penting kumpul. 

Saya sangat sangat sangat berterima kasih untuk semua teman-teman yang peduli, care, baik, inget terus sama ogut, dan yang sudah datang ke acara saya. Terima kasih sangat besar khususnya buat Aldi Putra Hutomo cause I thought he is the most caring person on my occasion last night. Doi beliin kue padahal dia bawa motor, doi ramein acara saya, terus ribet sendiri suruh anak-anak berhenti makan hanya untuk foto bareng. Care yang kayak gitu yang sangat saya hargai. Itu baru namanya teman, that's what are friends for. I love you Aldi! 

Sama halnya waktu saya ramein birthday occasionnya Ridho. Rasanya bangga bisa bikin teman senang. Am I that too much care? Typically me :)

Left to right: Abie, Batam, Ila, Ridho, Aldi, Dessy, Luthfan, Riris, Antoni, Emir, Mukti, & Riza 

Thank you ya guys, Love xoxo

-

Sunday, July 29, 2012

Concert: Dev Is Hot


Devin Star Tailes, yang lebih dikenal dengan Dev, adalah seorang penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat. Genrenya hip hop indie pop yang rata-rata lagunya nge-beat abis dan enak didengar. Lagunya yang paling hits yaitu Like A G6 featuring The Cataracs, dan Dancing In The Dark. 



Tanggal 14 Juli 2012 GUE NONTON DEV!!!! Asik berat secara gue fans number one dia gitu deh hahaha. Gue nonton konsernya dia karena beneran suka dan rata-rata hafal semua lagunya loh, bukan kayak anak jaman sekarang yang semua konser ditontonin padahal cuma tau satu lagu. I'm such a freak of Dev.

Gue tau info Dev ini dari temen gue, Luki. Taunya lebih dari sebulan sebelum hari H. Gue histeris dan langsung cari tempat pembuatan kaos Dev! Susah banget seriously, dan akhirnya ketemu. Gue pesen, gue cari aksesoris atau outwear tentang Dev, beli rok, dan sebagainya hahaha. Insane. Harga tiketnya tau nggak sih looooooo, cuma $4!!! Nggak-percaya. Kemurahan! Nggak komersil! Ada terms lainnya yaitu beli 5 es krim Cornetto yang bakal ditukar jadi tiket. Ada juga presale-nya yang di jual di Tory Cafe.

Acaranya di Stadion Renang Kridaloka Senayan. Disana seru banget karena temanya Summer Fest gitu, serba pantai. Cocok lah sama gue yang ceritanya abis dari pulau Pari hahaha. Makan es krim gratis tis tis sampai berak-berak. Ada juga banyak spot seperti:

1. Cornetto Mini Stage (aksi musik)
2. Cornetto Bounce (sensasi adrenaline rush)
3. Cornetto Insta-Pics (upload foto biar eksis gila)
4. Cornetto Sing-A-Long (karaokean)
5. Cornetto Landmark (spot buat foto-foto)
6. Cornetto Lounge (buat nongkrong)
7. Cornetto Waterball (jalan di atas air)
8. Cornetto Open Cinema (acara nonton musik bernuansa taman)
9. Cornetto Summer Style (fashion items)
10. Cornetto Twist & Shout (game)
11. Cornetto Stay Surf (game tahan-tahanan surfing)
12. Your Summer Dream Fest Zone (summer party)
13. Cornetto Nail Art
14. Cornetto Body Art
15. Cornetto Fun Face (face painting)

Artis lokalnya ada band sekolah yang menang kompetisi, The Sigit, Pure Saturday, Andien, Maliq & The Essentials, DJ Anton, DJ Hogi, DJ Kana, Project 9, Princess, Sir Dandy, Drew. Endah N Resa, dan Hivi yang menurut saya SEMUANYA HOAM. 

Dev time! Excited!!!!!! Gue sampai manjat pohon biar bisa lihat dia clearly! Lagu yang dia nyanyiin ada:
1. In My Trunk
2. Bass Down Low
3. Booty Bounce
4. Breathe (favourite!!!!!!!!!)
5. Me
6. Top of the World
7. Naked
8. Lightspeed
9. Back Seat
10. Dancing in the Dark 

Puas banget deh, sayang nggak featuring The Cataracs. Semoga berikutnya The Cataracs datang ke Indonesia. Thank you @SiCornettoBoy as the sponsor and @IsmayaLive as the promotor!


Xoxo, Melinda Rachman.

-

Thursday, July 26, 2012

Pulau Pari

WALLLAAA ALOOHAAAA!
Saya trip lagi nih. Tahun lalu di bulan yang sama saya ke Tidung, sekarang ke Pari, hidup saya terombang-ambing di seputaran Kepualaun Seribu terus, halah. Saya refreshing bersama 13 orang teman kampus. Menurut saya pulau Pari lebih keren daripada pulau Tidung. Soalnya pulau Pari ini punya pantai namanya Pantai Pasir Perawan yang cukup luas dan oke buat nongkrong. Beda sama Tidung yang punya sedikit pantai dan tidak terlalu bagus, bagi saya.

Perjuangan saya disini berat, secara hanya saya yang niat merealisasikan trip ini, tanpa bantuan siapapun. Beda tipis lah seorang Melinda dengan seorang tur travel hahaha. Puji syukur saya dapat contact orang Pari asli namanya Erick. Itu juga nggak sengaja dapat dari sebuah komentar di sebuah thread kaskus. Untung-untungan.

Bang Erick ini punya travel disana, dan satu-satunya travel asli orang Pari. Bisnisnya pun maju. Awal mulanya dia hijrah ke pulau Tidung buat kerja dan ternyata di Tidung lagi hot soal bisnis travel dan akhirnya doi menerapkan bisnis ini ke pulau Pari. Baru sekitar 2 tahun bang Erick sudah bisa memperkerjakan 10 orang (ada seragamnya juga loh), termasuk salah satunya pak Effendy (dimana doi kakak iparnya bang Erick, orang asli Tidung). Cahilah banget saya sampai hapal silsilahnya.


Minggu 08/07/12 - Ready Steady Go!

Pukul 6 am kami berkumpul di pom bensin Muara Angke (as always) sebagai meeting pointnya. Kloter pertama yang datang duluan adalah Denia Squad (Denia, Andika, Ridho, Fiki, dan Teddy). Kloter kedua yang datang Teddy Squad (Riza, Mukti, Antoni, dan Ryan). Kloter ketiga ada Melinda Squad (Melinda, Ila, dan Aldi). Dan yang terakhir yang bangunnya paling siang dan hampir ditinggal, Made Squad! Dia doang sendiri.

Menunggu kekasih hahaha enggak lah, on that boat goes to Pari :)

Setibanya disana, kami diberikan welcome drink yang mana sebelumnya udah gue beli seharga Rp5000,- nyesek. Bang Erick sudah tag homestay kami di depan dermaga. Menurut saya not too bad, walaupun sempat ada cek-cok sedikit entah kepentingan pribadi, egoistical, or whatever it calls, dan terbukti homestay dari bang Erick memang bagus. Sorenya kami sudah disediakan 13 buah sepeda sebagai trasportasinya dan kemudian langsung cabut ke Pantai Pasir Perawan yang oke banget itu.

Pantai Pasir Perawan. Like this!
Bule
An arising island visible from Pasir Perawan beach


Senin 09/07/12 - Sunbathing!
Hari kedua full di laut! Dari snorkling di 2 spot berbeda, free dive sambil foto-foto, berenang dan sebagainya sampai mabok laut. Lalu kami dibawa ke Pulau Tikus dimana bentuknya cuma lingkaran, kecil, tidak berpenghuni, dan yang paling penting pasirnya putih banget. Semacam private island mendadak begitu lah hahaha. Seru dan yang nggak terduga pak Fendy ternyata sudah menyiapkan makan siang ala-ala tikar di pulau itu. Beneran pulau pribadi, nge! Di pulau Tikus kami menghabiskan siang hari dengan nongkrong sambil foto-foto, mainin bintang laut, mainin bulu babi, cari kerang, bikin tulisan-tulisan di pasir biar unyu, dan jalan kaki muterin pulau itu.

Pulau Tikus! Awesome isn't it?

Sorenya saya, Teddy, Denia, Fiki, Andika, Riza, Mukti, dan Ryan main Banana Boat. Teman-teman yang lain nggak ikutan karena pada kecapekan huuuu cupu banget ya. Kloter pertama Riza, Ryan, Andika, dan Fiki cuma dibanting 2x, sisanya kloter dua dibanting 4x hahaha menang banyak dong. Sableng juga sih, kloter 2 ini selalu deh sebelum dibanting malah jatuh sendiri. Di asikin aja tapi memang beneran asik!

Malamnya kami semua ke LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia) yang sudah diresmikan kalau-kalau ada orang yang ingin meneliti khususnya soal tanaman mangrove, karena Pulau Pari ini terkenal akan mangrove dan LIPInya. Kami pun mencaari sunset tapi belum beruntung. Mobilitas kami didukung oleh sepeda dan kami selalu naik sepeda secara konvoi. Pretty cool :)

Snorkling!
Kloter 1 banana boat
Kloter 2 banana boat
Sepedahan!


Selasa 10/07/12 - Spending of the Rest Time


Kami kira pulangnya pagi, ternyata siang dan masih dapat sarapan lagi! Baik banget travelnya fufufu. Fyi, makanan yang dikasih 6x dan semuanya itu 4 sehat 5 sempurna lengkap sama buahnya. Kecuali susu sih mungkin harga susu disana mahal, ciki saja harganya Rp7000,-! As usual pagi-pagi kami sudah cabut ke pantai Pasir Perawan. Do what we all want to do and so on. Siangnya cabut dan alhamdulillah saya dan teman-teman puas sekali pake banget (apasih). Bye Pari! Memuaskan! :)

Happiness


Much love from me to my college friends,
Melinda Rachman.

-

Tuesday, July 24, 2012

Earth Hour 2012; Ini Aksiku, Mana Aksimu? & Koran Jakarta

Earth Hour tahun ini jatuh tanggal 31 Maret 2012 dan 4 bulan sesudahnya saya baru bisa posting. Maafkan. Tahun 2012 ini adalah tahun ke-4 dimana Indonesia berpartisipasi event Earth Hour dengan tema: "Ini Aksiku Mana Aksimu".

Di Jakarta sendiri ada lima ikon yang mematikan lampunya sebagai dukungan kampanye Earth Hour. Yaitu Gedung Balaikota Provinsi DKI Jakarta, Monas dan air mancurnya, air mancur  patung Arjuna Wijaya depan Kementerian Pariwisata dan Perekonomian Kreatif, air mancur Bundaran Hotel Indonesia, dan Patung Pemuda di kawasan Senayan. 

Dukungan juga dilakukan oleh salah satu mal di kawasan Jakarta Barat dengan mengadakan Flash Mob sebagai penyambutan terhadap kampanye Global EARTH HOUR CAMPAIGN 60+. Flash Mob yang dipimpin oleh Irwin Jackson (presiden komunitas Michael Jackson Indonesia) dengan lagu yang berjudul "Earth Song" ini mempunyai tujuan yaitu agar masyarakat menghentikan pengrusakan bumi dan bahwa memperbaiki bumi bukanlah tugas pemerintah, organisasi, atau kelompok tertentu, melainkan kita sendiri. 

Tadinya saya mau join dimana awalnya diinfokan di Bundaran HI. Tapi ternyata berubah jadi ke mal yang jangkauannya jauh dari rumah saya. Jadinya malas deh :)

Artikel lebih lanjut baca disini ya :)

Koran Jakarta, (31/03/12)


Saya yang baru pertama kali masuk koran,
Melinda Rachman.

-