Selasa, Januari 13, 2015

Sailing Taman Nasional Komodo Part 5; Looking For Manta Ray

Manta Point! Disini kami diajak melihat kumpulan ikan pari yang besar, tentunya cantik, dalam jumlah yang banyak.

Kebanyakan dari kita langsung menjudge ikan pari berbahaya dan beracun. Memang ada, salah satunya Stingray yang memiliki racun di pangkal ekornya (pangkal loh, bukan ujung). Beda dengan pari yang saya lihat kali ini. Jenisnya Pari Manta (Manta Ray) dimana merupakan jenis pari terbesar di dunia. Sudah gitu Manta Ray tidak berbahaya sama sekali, cerdas seperti lumba-lumba, dan sangat ramah dengan penyelam. Untuk berbagai jenis ikan pari lainnya  bisa di baca: Jenis-jenis Ikan Pari.

Penampakan Manta Ray! Gambar colong dari: themercury.com.au

Pernah nonton film Finding Nemo yang gurunya Nemo merupakan ikan pari? Nah seperti itu jenis Manta Ray. Lucu dan berbeda dengan pari lainnya.

Berhenti di salah satu spot of Manta Ray, banyak sekali pari manta terlihat berenang dari dalam laut hingga ke permukaan. Mungkin karena malu, mereka langsung menghindar begitu kami menyebur ke laut untuk berenang bersama mereka. 

Sedikit info mengenai pari manta:
  • Persebaran pari manta banyak ditemui di laut timur Indonesia (mulai Nusa Penida Bali, perairan Komodo, hingga kawasan Raja Ampat).
  • Jenis ikan yang paling dilindungi karena hampir punah
  • Banyak nelayan memburunya karena anggapan adanya khasiat untuk obat kuat terutama di bagian insangnya.

Kali ini saya tidak begitu dapat momen bagus dengan sang manta, mungkin karena kami berhenti di spot yang terlalu dalam (alasan), atau sayanya tidak begitu jago menyelam hahaha. Sebagian momen rekan saya yang berenang dengan manta terekam di video yang belum bisa saya upload disini. Yasudah, namanya juga hidup.. 

Mantanya kabur
Mantanya kabur mulu
Berenang bebas kesana kemari lalala

"Kalau di suatu daerah perairannya masih ada ikan pari manta artinya lingkungan itu bersih dan ekosistemnya masih bagus dan terjaga" -Asep Burhanudin (Dirjen Pengawasan Sumber Daya Keluatan dan Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan).


Save Manta,
Melinda R.


....discontinued.

-

Jumat, Januari 09, 2015

Sailing Taman Nasional Komodo Part 4; Pink Beach Flores

Gerah abis hunting komodo, waktunya nyebur! Ademnyaaaa.

Di dunia ada 8 pantai yang pasirnya berwana pink (Pink Beach). Dua diantaranya punya Indonesia nih, yaitu ada di Taman Nasional Komodo, Flores dan di Jerowaru, Lombok Timur, Lombok. Nah Pink Beach yang saya datangi adalah pantai yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo.

Pasti teman-teman sering dengar kata-kata 'pink beach' but I dare you've never been to that place, or, just a bit Indonesian are already there. You-have-to!

Warna pink-nya bikin gemasss

Pink Beach yang ini letaknya di sebelah barat Pulau Komodo. Menuju kesana bisa dengan dua cara, yaitu trekking yang memakan waktu 4,5 jam atau menggunakan kapal selama 30 menit. Kebanyakan turis datang kemari menggunakan kapal yang ditambatkan tidak jauh dari pantai.

Kapal kami yang bersandar jauh dari pantai, demi menjaga keasrian terumbu karang dibawahnya
Karena kapal nggak bisa bersandar, maka kita harus berenang terlebih dahulu untuk sampai ke pantainya. Capek banget karena harus melawan arus yang cukup kuat disana. Kadang saya terbawa arus yang harusnya maju ke depan malah berenang ke samping

Kenapa bisa warnanya pink? Menurut informasi yang saya baca di Google, warna merah pasir yang berasal dari serpihan terumbu karang terbawa ke pantai. Serpihan terumbu karang itu kemudian bercampur dengan pasir-pasir putih akhirnya terlihat seperti merah muda.

Ada juga yang bilang warna merah nggak hanya dari terumbu karang, tapi juga dari cangkang hewan laut dan hewan mikroskopik (hanya bisa dilihat dengan mikroskop) yang bernama foraminifera.

Kalau sudah gitu nggak kebayang kan gimana indahnya coral-coral yang ada di perairan disana?

View bukit dari Pink Beach
Bukitnya bisa di daki, lho..
Serpihan dan pasir yang menyatu

Selain pantainya yang menarik, di dalam lautnya juga kaya akan isinya yang katanya nih meliputi 1000 jenis ikan, ratusan jenis karang dan koral, dan 70 jenis tanaman sponge yang hidup.

Terdapat banyak gugusan bukit-bukit yang menghiasi
Healthy in the pink
Selfie! Mukanya ala-ala dikasih scrub hahaha
Alexandra dan suami (Switzerland) bersiap snorkeling. Mereka membawa pulang pasir pink untuk kerabat mereka yang memang mengumpulkan 7 pasir pink di seluruh belahan dunia


Sayangnya air laut disini memiliki arus yang cukup kuat akibat adanya pertemuan air laut tropis dari utara dan air laut dari selatan. Makanya bagi yang mau menyelam ataupun snorkeling disini perlu hati-hati terbawa oleh arus.

Bisa freedive juga, tapi harus lebih kuat karena arusnya kencang 
Underwater scenery
Nah disini banyak foraminifera atau serpihan terumbu karang yang menghasilkan warna merah
Cantik, kena cahaya matahari
Photobomb: Monopod haha




Healthy in the pink,
Melinda R.


....continued.

-