Minggu, April 07, 2013

Bali, Con Mi Familia

Liburan yang indah untuk memulai tahun 2013, saya ke Bali, a beautiful island which has beauty of culture and tradition. Dari seluruh wilayah di Indonesia saya paling cinta sama Bali. Bukan karena pantainya honestly, tapi tradisi  dan kulturnya yang kental banget plus unik. Saya paling suka sama Tari Kecak dan upacara Ngaben. Bahkan kalau bisa saya tinggal di Ubud, seriously.

Well, perlu diingat trip ke Bali ini DENGAN KELUARGA. Artinya apa? Ada orang tua. Yes, bukan rasis, tapi trip macam ini artinya kami hanya ke tempat-tempat yang sudah terkenal, bukan eksplorasi ke tempat-tempat yang tidak biasa.

Rabu, 23 Januari 2013

Saya berlibur bersama sepupu-sepupu, ibu, dan dua orang tante tersayang, tapi kami datangnya pisah-pisah. Pertama saya dan sang adik, Muti. Setibanya, kami berdua jalan-jalan disekitaran Kuta, nongkrong di Pantai Kuta (yang kebetulan lagi banyak sampahnya), makan di Nasi Pedas Bu Andika yang terkenal itu, dan menghabiskan malam hari di Legian Street Walk.

Saya pun menyempatkan diri melihat Monumen Bom Bali Legian / Monumen Panca Benua / Monumen Lima Benua / Ground Zero yang biasa disebut, untuk mengenang korban bom Bali yang menewaskan 202 orang di tahun 2002. Legian Street Walk selalu ramai dan banyak jalanan yang satu arah, yang buat saya kesasar satu jam hanya untuk balik ke hotel.

Legian Street Walk
The Monument
Found my super favorite brand store at Beachwalk!


Kamis, 24 Januari 2013


Saya harus bangun pagi-pagi buat jemput sepupu si Chiquita di bandara. Setelah ketemu doi, kami sarapan disana, kemudian back to hotel, mandi, dan persiapan hangout. Kami bertiga ke pantai Kuta, again, buat tidur-tiduran aja. Saya ketiduran di pantai, sementara Muti sama Chiquita main di laut.

Tidur dengan sengatan matahari

Siangnya keluarga saya yang lain menyusul dan mereka pun datang. Setelah mereka bersih-bersih, kami langsung makan siang di Ayam Betutu Gilimanuk. Pedesnya nampol!!! Buset!!! Saking pedesnya saya jadi nggak bisa makan. Sudah pedas ditaburi bawang pula, sangat ciri khas Bali :)

Wisata Bali dimulai. First of all, saya ke daerah selatan Bali, dimulai ke patung GWK alias Garuda Wisnu Kencana. Patungnya besar banget padahal belum jadi! Patung ini menggambarkan Dewa Wisnu yang sedang mengendarai burung Garuda dan ada filosofinya sendiri. Patung GWK diwujudkan sebagai simbol perdamaian dunia.

Patung GWK ini baru jadi sedikit yaitu setengah badan dewa Wisnu, kepala burung Garuda, dan tangan dewa Wisnu. Rencananya kalau patung-patung ini disatukan dan sudah jadi akan mencapai 150 meter, dimana bakal lebih besar dan lebih tinggi dibanding patung Liberty yang cuma 120 meter. Kendalanya ada di biaya yang kurang lebih masih membutuhkan 600 miliar supaya patung ini jadi dan menjadi ikonnya Bali. Well, proud of Indonesia dan doakan semoga cepat terealisasikan :)

Dewa Wisnu statue
So big and still go bigger!
Keseluruhan patung kalau sudah jadi. Doakan semoga cepat diselesaikan, amin
Another entertainment

Next stop, Uluwatu. A moment I've been waiting for! Tari Kecak! Indonesia punya nih, juara! Diantara miliaran tarian tradisional Indonesia, saya paling suka sama Tari Kecak. Saking gilanya saya pernah nonton di youtube berulang kali Tari Kecak Barata 1992 yang awesome, tapi lebih jauh awesome kalau lihat langsung berikut ada drama terselip dibalik tarian itu.

Feelin' sooo thankful saya berkesempatan lihat tarian ini. Kenapa saya suka Tari Kecak? Karena unik. Nggak ada musik, semuanya lewat verbal. Kalau Tari Kecak yang sudah modern, beberapa ada yang pakai gamelan. Gamelan Bali itu mistis bok, dan horor aja rasanya. Spesialnya Tari Kecak ini, sudah pasti menceritakan tentang Rama dan Shinta. Saya pun terkagum-kagum melihat Tari Kecak yang dipersembahkan selama 2 jam, dan ya, saya puasss.

The most favorite Indonesian traditional dance ever 

Malamnya kami makan malam di kuliner Krisna, berseberangan dengan pusat belanja oleh-oleh Krisna. Yap, setelah makan lanjut belanja. Maunya si ibu-ibu.


Jumat, 25 Januari 2013

Saatnya daerah utara Bali. First destination, saya ke Danau Beratan Bedugul. Ada Pura ditengah danau, yang sayangnya Pura tersebut tidak boleh dimasuki dan hanya bisa foto-foto disekitaran situ aja. Saya sempat melihat ritual sembahyang masyarakat Bali disana yang viewnya keren banget! Sembahyang aja menghadap ke danau, orang Bali benar-benar love nature dan saya salut sama mereka.

Second gate
View ini bisa dilihat di mata uang Rp 50.000,- warna biru
Masyarakat Bali yang sedang sembahyang, menghadap ke laut. What a lovely scene!

Next stop, Tanah Lot. Saya takjub banget sama tempat sembahyang macem gini, yang rada nyerempet laut. Luckily pas saya datang suasanya belum terlalu sore jadi saya bisa nyebrang ke Pura yang-rada-nyerempet-laut itu, karena kalau sudah maghrib air laut pun pasang dan tidak bisa dilewati pakai kaki telanjang begitu saja.

Selain itu ada juga Pura diatas tebing, yang tebingnya aja udah keren banget kyaaah! Aaaah mau nangis, gimana enggak, itu keren banget dan ciptaan Tuhan benar-benar dahsyat cetar membahana badai bandang. Saat saya ke tebing rasanya gemeteran bombay karena takut tebingnya roboh. Lovable :)

Pura di atas tebing
Be thankful karena bisa dapat kesempatan buat ke Pura yang ada di tengah laut itu, sebelum air laut pasang. Dan kehormatan juga bisa berdoa disitu :)

Maghrib menjelang malam, saya ke Double Six beach hanya untuk relaksasi. Setelahnya lanjut ke Legian street (again) makan malam di Maccaroni Club. Karena capek, sepupu-sepupu saya, nyokap dan ibu Rina (tante) balik ke hotel buat istirahat karena besoknya mau diving.

Saya, Muti, Chiquita, dan tante Muli lanjut ajeb-ajeb di Sky Garden sampai jam 4 pagi dan tenaga saya terforsir sekali. Fun rasanya lihat gelagat-gelatgat bule yang aneh-aneh dimulai dari bule yang out of control sampai ditegur security berkali-kali, bule gendut tidur diatas panggung, bule metal gondrong (yang ganteng banget) cuma ngangguk-ngangguk, dan ada pula cowok Korea yang menghampiri dan mengobrol sebentar dimana doi bilang baru tiga hari di Bali. Well, semoga Bali mengesankan untk semua turis mancanegara :).


Sabtu, 26 Januari 2013

Dive time!!! Yes, exciting. Saya memang penasaran banget sama seni diving dan ini dive perdana saya hahaha. Saya ke Tanjung Benoa dimana pusatnya water sports dan ikut 3 dari 24 macem water sports yang ditawarkan. Banyak banget huhuhuh tapi yang ekstrim yang cuma sedikit. Payah. So far seru banget dan untungnya nggak hujan woooow (soalnya Januari musim hujan). Beruntung saya dapat instruktur yang hot abis macem penjaga pantainya Bondi Australia hahaha.

Jenis-jenis water sports yang ditawarkan. Saya cuma ambil diving, fly fish, dan donut boat. Waktunya nggak cukup :(
First dive!!! Such a drugs

Saya, masih dengan keluarga tersayang, makan sore menjelang malam di Jimbaran beach. Viewnya keren dan memang sudah cukup terkenal. Banyak banget orang Korea bah! 

My the only handsome cousin, Fayed
Dance while enjoy sunset's coming

Malamnya kami jalan-jalan lagi di sekitaran Kuta dan cukup nongkrong di Starbucks Hardrock Cafe Kuta sama bokap dan sepupu, sementara emak-emak sibuk belanja. Pretty fine :)


Minggu, 27 Januari 2013

Hari terakhir di Bali. Kami ke Ubud, sekalian check out hotel, dan lanjut makan siang di Bebek Tepi Sawah yang recommended banget. Ada tarian Bali yang disajikan dimana membuat suasananya semakin sempurna, ditambah view di pinggiran sawah yang sangat memanjakan mata karena asri dan sudah pasti sejuk.

Sorenya kami terbang ke tempat tinggal masing-masing, sepupu-sepupu saya balik ke Makassar, dan saya beserta keluarga balik ke Jakarta.
Terima kasih keluargaku sayang!


Note
  • Di Bali, saya stay di hotel Grand Inna Kuta yang letaknya cukup strategis, depannya Starbucks Hardrock Cafe persis, sebelahnya pintu masuk Pantai Kuta. Kebetulan dapat promo dan asik banget. Hotelnya juga keren :) Untuk informasi bisa search di google.
  • Kami menggunakan jasa (bukan travel) namanya pak Putu.
  • Kamera yang saya gunakan lupa dihilangkan setting tanggalannya, sehingga agak mengganggu.

With love,
Melinda R.
-