Kamis, Oktober 20, 2011

Green Carnival by London School of Public Relation

Kali ini seperti biasa jalan sama si partner, kak Lalla. Kebetulan London School of Public Relation mengadakan Green Carnival ini, dan kami pun menghadiri. 

 Ada stand makanannya juga loh. Kyaaah!


Foto 2 terakhir oleh Lalla Pratami

Love the earth guys,
Melinda Rachman.

-

Minggu, Oktober 16, 2011

Suku Kajang

Selama di Makassar, selain saya berlibur ke pantai, saya juga ke suku pedalaman. Saya harus berjalan kaki kurang lebih 2 km dari parkir mobil untuk sampai ke dalam sukunya. Untuk masuk ke suku Kajang ada aturannya dan tidak bisa sembarangan masuk dan bertingkah. 

Masih sangat kental sama mistisnya, kami wajib memakai baju warna hitam tanpa terkecuali. Di dalam sukunya pun dilarang memetik daun. Apabila memetik satu daun saja makan akan kena sanksi dan denda sekitar Rp 250.000,-. Apalagi menebang pohon, bisa berjuta-juta nominal yang harus kita bayar sebagai dendanya. Menenbang pohon kecil dikenakan denda sampai 2 juta rupiah saja perpohon. Hal penting lainnya adalah dilarang berbicara sembarangan. 

Intinya seru dan mendebarkan sekaligus menambah pengetahuan dan pengalaman mengenai suku-suku di Indonesia. Banyak pantangan dan aturan, tapi karena otak saya agak lemot jadinya lupa hahaha. Hopefully i can go to another tribe in Indonesia. Amin :)

Penduduk aslinya yang pake topi. Mereka menterinya. Sedangkan kepala sukunya tidak boleh difoto.


I love mystic things,
Melinda Rachma.

-

Tanjung Bira; Ujungnya Pulau Sulawesi

Well aloha. So glad to post this because I'm gonna telling about this beautiful beach. Yea. My super favourite place to relax. 

Kali ini trip saya adalah ke Sulawesi Selatan, tepatnya di Tanjung Bira atau Teluk Bira, whatever it called. Hal yang berbeda disini adalah saya bukan ke tempat pariwisata yang sudah ada cottagenya, pelayanannya, dan yang sudah dikenal orang-orang, melainkan saya ke pantai yang letaknya di pedalaman dan tidak ada pelayanannya sama sekali. Sangat dekat dengan alam.

Pantai di sini sekaligus menjadi tempat pembuatan kapal phinisi untuk diekspor ke Jepang. Hebatnya kapal phinisi tersebut dibuat dengan kayu dengan menggunakan sistem pasak. Sistem yang alami dan tidak memerlukan paku. Great isn't it? Absolutely! But no one knows. 

Perjalanan memakan waktu 6 jam saja dari kota Ujung Pandang sampai ke Tanjung Bira ini. Capek, tapi worth! Pantainya luas sekali dimana terhampar pasir putih yang sangat halus, saking halusnya pantulan kita bisa terlihat dari pasir itu. Asiknya lagi hanya ada keluarga saya disana. Love it so much!

Malamnya main kembang api

Sarapan di pantai

 Grandchildren!

Setelah berenang di laut ala baywatch

 See the sands. A very crystal clear

The sunrise

 The sunset

 Full team of Boengaya's family :)

Byeeeee from Bira, Bulukumba, Makassar, Sulawesi Selatan.
Melinda Rachman.

-

Kamis, Oktober 13, 2011

My 19

Yak ulang tahun gue udah lama, awal Agustus, tapi baru posting sekarang biasalah pengaretan hahahaha. Ulang tahun gue kali ini yang ke 19 tahun, sudah kuliah, dan tetep ya gue dibully untuk ketiga kalinya sama orang-orang jahat. Enggak deng, biarpun gue disiksa setiap tahun artinya mereka sayang sama gue tsaaah.

Ulang tahun kali ini paling ribet menurut gue karena pas banget lagi jalan hari kedua bulan puasa! Ditambah lagi gue harus traktir teman-teman SMA dan teman-teman kuliah. Ulang tahun tapi kayak acara nikahan, full banget seminggu itu gue sibuk. Berkesan banget tahun ini karena dapat kado banyak termasuk cinta eaaa. Tapi cintanya cepat kandas hahahaha.

Prakarya from Bapon :)
Prakarya dari Laping :)

Surrounding by lovely people,
Melinda R.

-

Selasa, Oktober 11, 2011

Refreshing ke Pulau Tidung

Baru balik lagi nih maaf ya, 3 bulan belakangan saya sibuk kuliah, sibuk liburan, ditambah bulan puasa jadi banyak malasnya.

Sekitar akhir Juli yang lalu, saya bersama teman-teman tongkrongan kampus ke Tidung rame-rame wohooooo! Biayanya juga murah banget. Tempatnya dekat, nyebrang dari Muara Angke, yang lebih murah ongkosnya daripada dari Ancol. Ditambah lagi saya serombongan 20 orangan.

Pulau Tidung berdekatan dengan ibukota Jakarta, berada di Kabupaten Kepulauan Seribu Jakarta. Pulau ini memanjang dari barat ke timur dengan luas sekitar 5 km persegi dan terletak di sebelah barat laut dari daratan Jakarta. Diperlukan watu 2,5 jam menggunakan kapal kayu dari Muara Angke atau 4,5 menit menggunakan Speed Boat dari Ancol. Pulau Tidung terbagi dua yaitu Tidung Besar dan Tidung Kecil, dimana terdapat Jembatan Cinta sebagai penghubungnya.


Disamping ongkosnya murah, pulau Tidung itu kecil banget. Sama sekali nggak ada belokan dijalan protokolnya. Transportasi cuma ada 2, becak-motor dan sepeda. Airnya masih jernih, karena waktu itu belum banyak orang yang tau pulau ini dan Tidung pun belum di perbagus oleh local people disana. Makanya masih jernih dan nggak ada sampah. 


1. Hari pertama - berangkat

Berangkat subuh dan kumpul di SPBU Muara Angke. Walaupun bau amis karena disitu pusatnya pasar ikan, tidak menyurutkan semangat kami karena di otak pikirannya cuma Tidung Tidung Tidung. 


2. Hari pertama - tiba

Sampe di Tidung! Dung dang dung dang! Ke homestay namanya Homestay Enjoy. Sesuai namanya, homestaynya emang enjoy tjooy. Sepertinya homestay kami paling bagus diantara homestay yang ada.

Beautiful, isn't it? They were Antoni and Ila

Sorenya kami ke Jembatan Cinta, yang katanya kalau belum kita loncatin, artinya belum ke Tidung. Mitosnya sih gitu tapi yang loncat cowok-cowoknya aja. Ceweknya enggak kecuali Denia. Dalem banget soalnya dan emang saya penakut sih kaki udah keburu gemeteran. 

Denia loncat
Satria loncat. Gaya teraneh sepanjang masa
Me, Ila, Riris, Denia, and Antoni




3. Hari pertama - Light up the night


Pria-pria unyu bikin istana pasir. Dan celana dalamnya Satria kelihatan huhu sedih
Taraaaa!
The maker, jijik hahaha
Own the party by grilled something and enjoyed music


4. Hari kedua - Snorkle until Fishing

Hari kedua paling asik diantara yang asik. Dari pagi sampai maghrib dilaut :)

"Wey fotoin gue dong!"
All of us
Snorkling sekampung
Istirahat makan siang dan sholat Jumat di Pulau Payung :)
THE GIRLSSSS. Serius cuma berempat


5. Hari ketiga - We're in white 

Hari ketiga kami foto-foto karena memang kompakan pake baju putih. Kami juga jalan-jalan dari ujung pulau ke ujung lainnya, sampai ke pulau Tidung Kecil. Kaki gempor :)

Full team. Gambarnya gelap jadi diterangin hasilnya seperti ini :(
The sunchaser


6. Hari keempat - Balik


Liburan yang seru, capek bukan berarti semangat kami surut, tapi down karena dihadapkan fakta beberapa hari lagi kuliah. Hooaaam.

Bobo-bobo manis tergoyang-goyang ombak


Goodbye, Tidung. You gave a lovely impression for us :)
Melinda R.

-